Efektivitas Pemberian Dana Usaha Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Perempuan (Studi Kasus Koperasi Wanita Mayangsari 38b Banjarrejo)
DOI:
https://doi.org/10.70371/jseht.v2i2.91Kata Kunci:
Providing Business Capital Loans; Women's Empowerment; Business FinancingAbstrak
One of the activities to encourage women's empowerment in the economic sector is the provision of business financing through non-bank financial institutions such as banks and cooperatives. Working capital loans are goods (money) or services used to run a business that must be repaid within a certain period of time based on a contract between the borrower and the lender. This study explores how business financing from non-bank institutions, like the Mayangsari Women's Cooperative, empowers women in the economic sector. The type of research used is field research. Field research is research carried out in the field or at the research site, namely the Mayangsari 38B Banjarejo Women's Cooperative. Borrowers met key criteria, including generating income and developing their businesses. The success lies in adhering to empowerment principles. Members understand the loan purpose and strive for effectiveness metrics. The program aims to start or grow businesses, ensure good loan repayment, offer income opportunities, and foster independent business ownership. This is evident in members acquiring new skills and some even starting new businesses without further loans, proving the program's sustainability. This case study showcases the potential of business loans to empower women, not only financially but also by fostering independence and entrepreneurial spirit. By adhering to sound principles, such programs can contribute significantly to women's economic development and overall well-being.
Referensi
Amelia Maika dan Eddy Kiswanto. (2007). Pemberdayaan Perempuan Miskin pada Usaha Kecil dipedesaan Melalui Lembaga Keuangan Mikro (Gremen Bank). Yogyakarta: PSKK UGM.
Anwas, O. M. (2014). Pemberdayaan Masyarakat di Era Global. Bandung: Alfabeta.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Brata. Aloysius G. (2003). Investasi Sektor Publik. Pembangunan manusia dan Kemiskinan. Yogyakarta: Jurnal Lembaga Penelitian Universitas Atmajaya.
Bungin, M. B. (2013). Metodologi Penelitian Sosial & Ekonomi. Jakarta: Kencana.
Chaniago, A. Y. S. (2002). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Setia.
Darwin. Muhadjir. (2005). Negara dan Perempuan: Reorientasi Kebijakan Publik. Yogyakarta: Graha Guru.
Fathoni, A. (2011). Metodelogi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: Rineka Cipta.
Hadinoto. Sutanto. (2004). Kiat sukses Kerdit Mikro. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.
Hendrojogi. (2002). Koperasi Azas-Azas, Teori Dan Praktek. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Huraerah, A. (2008). Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat: Model dan Strategi Pembangunan Berbasis Kerakyatan. Bandung : Humaniora.
Imawan. Riswandha. (2000). Metode Penelitian Sosial. Yogyakarta: Program Studi Ilmu Politik. Konsentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah UGM.
Irwanuddin, I. (2017). Peranan BMT dalam Pemberdayaan Ekonomi Bagi Perempuan (Studi Kasus BMT Kelompok Usaha Bersama Sejahtera 036 Makassar). Laa Maisyir: Jurnal Ekonomi Islam, 4(1).
Jahidin, A. (2016). Kesejahteraan Sosial Perjalanan Dialektika Memahami Anatomi Pekerjaan Sosial Profesional. Yogyakarta: Penerbit Samudra Biru.
Kasmir. (2014). Kewirausahaan. Jakarta: Rajawali Pers.
Keban T, Yeremias. (2008). Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik : Konsep, Teori dan Isu, Yogyakarta: Gava Media.
Mahmudi. (2015). Manajemen Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Mardiasmo. (2009). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.
Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.
Musahwi, M. Awie, & Pitriyani, P. (2021). Pemberdayaan Perempuan Melalui Kredit Mikro Pola Grammen Bank (Studi Kasus Anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia Cabang Lebak Banten. Equalita). Jurnal Studi Gender dan Anak, 3(1), 51-65.
Pemerintah Republik Indonesia. (2013). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro. Jakarta: Sekretariat Negara.
Pinesti, B. H. (2018). Pemberdayaan Perempuan Pasca Gempa Bumi Melalui Progam Kredit Mikro Koperasi Syari’ah Gemi Di Miri Sewon Bantul. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 297-322.
Pujiyono, A. (2011). Model Pemberdayaan Perempuan Miskin Melalui Program Keuangan Mikro Syariah Berbasis Masyarakat (Program Misykat Dpu-Dt). Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam, 17-37.
San Marino, W., & Gunawan, G. G.
(2021). Upaya Pengentasan Kemiskinan Melalui Layanan Lembaga Keuangan MIKRo dan Program Pemberdayaan Perempuan di Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Inspirasi Bisnis Dan Manajemen, 4(2), 121-132.
Subarsono. AG. (2005). Analisis Kebijakan Publik : Konsep. Teori. dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sulistiyani. Ambar Teguh. (2003). Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Yogyakarta: Gava Media.
Tadaro, Michael P. (2000). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Jakarta: Erlangga.
Tjokrowinoto. Moeljarto. (2004). Pembangunan : Dilema dan Tantangan. Yogyakarta: Pusataka Pelajar.
UNDP. (1995). Human Development Report. New York : Oxford University Press.
Wrigley-Asante, C. (2011). Women Becoming Bosses: Changing Gender Roles and Decision Making in Dangme West District of Ghana. Ghana Journal of Geography, 3, 60-87.
Zainuddin, M., & Sari, R. (2020). Dampak Pemberdayaan Ekonomi Terhadap Kemandirian Perempuan Melalui Program Bantuan Modal Usaha. Jurnal Manajemen, 9(1), 68-79.