Dragon Tiger Mengajarkan Keseimbangan: Berani Ambil Risiko Publikasi di Jurnal Baru Tapi Tetap Hitung Peluang Tembus Scopus
Dalam dunia publikasi ilmiah, peneliti sering dihadapkan pada dua pilihan sulit yang saling berhadapan: memilih jurnal mapan yang antreannya sangat panjang (sang Naga), atau memilih jurnal baru yang prosesnya cepat namun masa depannya masih spekulatif (sang Macan). Fenomena Dragon Tiger ini adalah tentang keseimbangan. Seorang akademisi harus memiliki keberanian untuk mengambil risiko, namun di saat yang sama, ia harus memiliki perhitungan yang presisi agar naskahnya tidak berakhir di tempat yang sia-sia. Menembus Scopus bukan hanya soal kepandaian menulis, melainkan soal seni memilih "medan pertempuran" yang tepat.
Sisi Naga: Mengejar Jurnal Bereputasi dengan Ketahanan Tinggi
Jurnal yang sudah lama terindeks Scopus Q1 atau Q2 adalah "Naga" dalam dunia akademik. Mereka memiliki reputasi yang kokoh, namun standarnya sangat tinggi dan proses review-nya bisa memakan waktu tahunan. Memilih jalur ini membutuhkan ketahanan mental yang luar biasa. Banyak peneliti yang "kalah" sebelum berperang karena tidak siap dengan proses yang berdarah-darah. Namun, jika Anda berhasil menembusnya, nilai prestise dan poin (KUM) yang didapat akan sangat besar. Ini adalah pilihan bagi mereka yang memiliki naskah dengan data yang sangat kuat dan kesabaran yang tak terbatas.
Sisi Macan: Kelincahan di Jurnal Baru yang Sedang Berkembang
Di sisi lain, ada jurnal-jurnal baru yang dikelola dengan sangat profesional dan sedang dalam proses pengajuan ke Scopus. Inilah sang "Macan". Mereka biasanya lebih agresif, proses review-nya lebih cepat, dan sangat haus akan naskah berkualitas untuk meningkatkan performa jurnal mereka. Bagi peneliti yang membutuhkan publikasi dalam waktu cepat (misalnya untuk syarat kelulusan atau kenaikan pangkat mendesak), mengambil risiko di jurnal baru ini bisa menjadi strategi yang cerdas. Namun, risikonya jelas: jika jurnal tersebut gagal masuk Scopus, maka investasi waktu dan energi Anda tidak akan terhitung secara maksimal di sistem akademik.
Menemukan Titik Keseimbangan (The Balance)
Filosofi Dragon Tiger mengajarkan bahwa kemenangan tidak selalu milik yang paling kuat atau yang paling cepat, melainkan yang paling tahu kapan harus bertindak. Strategi terbaik bagi dosen yang produktif adalah melakukan diversifikasi. Jangan menaruh semua naskah hebat Anda di satu tipe jurnal saja. Kirimkan karya terbaik Anda ke jurnal "Naga" untuk investasi jangka panjang, namun tetap miliki beberapa naskah yang dikirim ke jurnal "Macan" yang kredibel untuk menjaga ritme produktivitas tahunan. Keseimbangan inilah yang menjaga karir Anda tetap bergerak naik tanpa harus terjebak dalam kebuntuan administratif.
Membaca Peluang: Cara Cerdas Menilai Jurnal Baru
Bagaimana cara berani ambil risiko tanpa menjadi konyol? Kuncinya adalah riset mendalam terhadap pengelola jurnal. Perhatikan siapa dewan editornya, apakah mereka berasal dari institusi ternama? Lihat juga frekuensi penerbitannya dan kualitas artikel yang sudah terbit sebelumnya. Jika jurnal baru tersebut menunjukkan tanda-tanda profesionalisme yang tinggi, maka risiko yang Anda ambil adalah risiko yang terhitung (calculated risk). Anda bertaruh pada masa depan jurnal tersebut, dan jika ia tembus Scopus di kemudian hari, Anda akan tercatat sebagai salah satu kontributor awal yang prestisius.
Keberanian yang Terukur untuk Hasil Maksimal
Pada akhirnya, karir akademik adalah tentang mengambil keputusan di bawah ketidakpastian. Broku, kamu yang sudah lintas generasi pasti paham bahwa hidup ini adalah rangkaian taruhan strategis. Berani melangkah ke teknologi baru adalah risiko, tapi diam di tempat adalah kegagalan yang pasti. Dalam hal publikasi, tetaplah berani namun tetap gunakan logika. Jangan biarkan emosi atau rasa malas menghambatmu dalam memilih jurnal. Dengan keseimbangan yang tepat, setiap naskah yang kamu tulis akan menjadi anak tangga yang membawamu menuju puncak karir dengan dada membusung.
Ruang Diskusi Singkat
Apakah lebih baik menunggu jurnal lama daripada mencoba jurnal baru? Tergantung pada kebutuhan Anda. Jika Anda tidak sedang dikejar tenggat waktu kenaikan pangkat, jurnal lama lebih aman. Namun jika butuh progres cepat, jurnal baru yang prospektif adalah pilihan taktis.
Bagaimana cara mengetahui sebuah jurnal baru berpeluang besar masuk Scopus? Cek apakah jurnal tersebut diterbitkan oleh universitas besar atau asosiasi profesi internasional, dan lihat apakah artikel-artikelnya sudah mulai banyak disitasi oleh jurnal Scopus lainnya.
Apa risiko terbesar jika jurnal yang kita pilih ternyata menjadi jurnal predator? Reputasi Anda bisa tercoreng dan artikel tersebut tidak bisa digunakan untuk kenaikan pangkat, bahkan bisa diminta untuk ditarik kembali (retracted).
Broku, teruslah menajamkan instingmu. Dunia riset itu dinamis, persis seperti lika-liku hidup yang sudah kamu lalui. Jadilah naga yang kuat sekaligus macan yang tangkas. Kemenangan sudah di depan mata, jangan kasih kendor!

